"Siapa juga yang mau jadi pacar nya si-tukang marah!" Ejek Zayn. Apa dia bilang ? Tapi tidak apalah, daripada dia marah. "Dia selalu memikirkan mu Just, manamungkin aku mau memacarinya!" lanjut Zayn sambil di sambut gelak tawa seisi mobil.
"Baiklah, kita sampai!" Ujar Niall kegirangan yang sepertinya sudah kelaparan.
Kami memesan empat chicken wings, dan beberapa pizza. Keadaan terlalu gila, fans Justin mengerubungi kami.
"Huft, kau tak memilih salah satu dari mereka just?" Tanya Zayn kepo. "Tidak, Usher melarangku. Aku tau seberapa besar cinta fans pada ku. Tapi suatu saat mereka bisa menjadi gila bila benar benar mendapatkan apa yang diinginkan." Jelas Justin sok bijak, lalu semua tertawa. Kenapa Justin tak memilih saja salah satu dari mereka? mereka cantik- cantik. melebihi aku.
"Sekarang kita kemana?" Tanya ku, "ke party Louis" jawab Niall singkat dengan mulutnya yang penuh burger. Kami sampai dirumah besar berpager hitam menjulang tinggi. Suara musik sudah terdengar kencang dari luar. Pesta memang sudah dimulai 13 menit yang lalu. Tapi aku tidak terlalu suka pesta.
AKu memasuki rumah itu. Keadaannya sangat mengerikan, musik berdetak kencang, lampu seperti hampir putus, dan beberapa botol berserakan. Beberapa teman Louis juga mabuk. "Haha! This is party!" Zayn langsung berlari membaur ke kerumunan. Begitu juga Niall dan Justin. Aku hanya duduk di dekat taman depan Louis.
Aku memandangi langit biru yang membentang dihadapanku. Sekarang aku sudah bertemu Justin, apa yang belum tercapai dalam hidupku?
"Uhm, maaf nona. apa aku menganggu mu ?" Tanya seseorang membangunkan lamunanku. Aku menoleh kearah lelaki berambut curl yang tanpa disuruh sudah duduk disamping bangku ku. "Tidak," Aku menjawab singkat dan bergeser sedikit menjauh dari dia. Aku takut, sepertinya ia mabuk.
"Sendirian ?" Tanya nya tapi tidak menatapku.
"Tidak, aku bersama Zayn dan Niall." Aku memandangi lelaki itu dari bawah sampai atas. Ia cukup keren, dannn muda!
"Zayn ? Dia temanku juga," Ucap lelaki itu, "Siapa nama mu ?" Lanjutnya.
"Arina, kamu?"
"Harry," Jawabnya cool.
"Harry ? good name" aku tersenyum pada nya.
Ia balik tersenyum menampilkan dimples nya. Sangat manis. "Jadi kau sudah lama kenal dengan Zayn ?"
"Ya, 8 tahun." jawabku. "cukup lama, bagaimana kalau ku ambilkan minum ?" ia segera berlari menuju dalam rumah Louis dan kembali membawa dua cangkir minuman.
"Berakohol ?" tanyaku sambil memandangi dan mencium bau minuman itu.
"Ya, sedikit. Haha!" Harry langsung meneguk cangkir itu.
"kuharap aku tidak mabuk!" Aku dengan cepat menghabiskan cangkir itu. Rasanya ingin tambah.
"Mau tambah nona?" Tanya Harry dengan senyuman nakal nya.
"Ya," Aku balas tersenyum, aku tak tahu kenapa minuman ini begitu menggoda, apakah karena orang yang mengambil -kannya ?
SKIP
"ouch!!" Kepala ku benar benar pusing, aku terbangun dari tidur ku. Aku melihat sekeliling.
"ASTAGA!!!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar