"Dimana aku?" kulihat kamar mewah berwarna gold dengan tirai coklat.
Ah, untungnya pakaianku masih lengkap. Ups! Tapi pukul berapa ini? Aku melirik jam tanganku, pukul 6 sore! Astaga! Aku harus segera pulang! aku turun dari kasur ukuran queen itu dan mendapati Harry tidur dilantai. "Harry ?!" Jeritku spontan. "HAA?? GEMPAAA!" Teriak Harry yang kaget dengan suara teriakkan ku tadi. "Tidak harry, tidak ada gempa!" Aku membantunya bangun. "Jelaskan kenapa aku bisa disini ?!" Aku memandang Harry dengan pandangan curiga.
"Kau mabuk," Jelas nya -Harry-.
"Apa ?! Benarkah!?" memang sebelumnya aku belum pernah mabuk.
"Ya, untungnya kau tidak ku-apa apa kan, hahah!" Harry tertawa nakal.
"ah sudah! Dimana Justin, Zayn dan Niall ?" Aku merapikan baju ku dan menuju pintu keluar.
"Mereka masih dirumah Louis," Harry berbaring lagi dilantai. "Harry, antar aku pulang ya?" kupasang puppy face. "Huft, baiklah!" Harry terkantuk kantuk sambil berjalan.
Sejak saat itu aku menganggap Harry anak yang baik - baik
>SKIP
aku sampai dirumah, tapi, kenapa ada sandal perempuan lain dirumah ini. Aku memutuskan untuk melihat dari jendela dulu. "Hah? Mom trisha ??" desis ku melihat mom nya Zayn dirumah ku. Ia sedang asyik berbincang dengan my mom. Karena penasaran aku menguping,
"Ya, saya sangat setuju. Lagi pula mereka sudah dewasa kan," ujar mom trisha sambil tertawa,
Apa yang mereka bicarakan?
"betul, mereka sering pergi bersama. Cocok!" lanjut mom ku. "Jadi, kapan mereka bertunangan,"
DEG.. sedikit demi sedikit aku mengerti apa yg mereka bicarakan.
"aku ? dengan Zayn ? Tunangan?" buru - buru kulepas sandal ku dan masuk ke rumah dengan tergesa - gesa.
"Hey, arina. Sudah pulang? Dimana Zayn ?" Baru saja masuk sudah di keroyok segini banyak pertanyaan.
"Ya, zayn masih dirumah Louis. Party," Jawabku sambil menyalimi tangan mom Trisha dan momku.
"Kau terlihat lelah," Mom ku menepuk pundakku. "Dia terlihat lelah, sepertinya kita harus bicarakan ini lain kali lagi, aku pulang dulu," Mom trisha berpamit pulang.
Aku duduk diruang tamu, siap siap untuk menanyakan apa saja yang dibicarakan mom tadi.
"Mom,"
"Ya?"
"Kau .. mau menjodohkan ku dengan Zayn ?!" Nada ku sedikit tinggi.
"Ya, kenapa tidak? Dia tampan, sopan, dan mau menemani kau kemana saja," Mom tersenyum padaku.
"Tapi mom, aku lebih memilih Justin! Zayn .. aku dan dia hanya sahabatan," Aku mencoba menjelaskan.
"Kau gila? Justin are gone!" Mom meneguk segelas teh di meja kecil cokelat disamping sofa.
"Maaf aku belum menceritakan ini, tadi sore aku dan Zayn pergi mencari Justin. Dan dia sekarang sudah menjadi artis mom!!" Aku menatap mom penuh harap.
"sepertinya kau lelah rin," Ujar mom seperti tak percaya dengan perkataanku.
"Lagipula, pukan ketenaran justin yang aku cari! Aku cuma tidak.. tidak bisa bersama Zayn!" Aku berlari meninggalkan mom kekamar.
"Kau hanya perlu lebih dekat lagi dengan Zayn! Mom kira 8 tahun belum cukup!" Ledek mom tak henti hentinya.
Aku tidak ada persaan sedikit pun dengan Zayn, tapi selama ini dia yang berjasa, dia yang perduli, dia yang selalu ada. Aku cuma belum mau serius berhubungan dengan nya.
Aku membuka laptopku, dan seperti biasa, check email, Yadoo (kayak skype, ini karanganku doang lohyaa), dan twitter.
Niall Horan want to add you to be contacts.
Aku meng-accept permintaan itu. "Pasti ia dapat yadoo ku dari Justin," Desah ku.
NIALL HORAN POV
Your request is accepted. Arina now is contacts.
"yeah!" batinku.
Aku segera mengeklik tanda call di laptopku.
tuutt... tuttttt..
"Hello ?" Gambar Arina mulai muncul. Ia terlihat sangat lelah.
"Niall ?" Lanjutnya.
"Hey arina, maaf aku dan Zayn tadi masih di rumah Louis," Jelas ku.
"Kami tak mungkin menyuruh mu tidur dirumah super kotor itu hehehe," Aku menyungginggkan senyum.
Namun ia benar benar terlihat lelah. Apa saja yang telah Harry lakukan pada Arina??
"Iya tidak apa - apa. niall aku sangat mengantuk. tadi buka laptop hanya untuk check email," Seru Arina sambil menguap.
"Baiklah bye. Nice dream Arin!" Aku meng-end call Yadoo ku.
ARINA POV
Kenapa ya Niall menghubungi ku ? Masak hanya untuk memberi tahu itu ? Misterius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar